Banyak sudah kudengar cerita tentangmu, Kawan. Kekasihmu cerita banyak padaku. Tentang kesabaranmu, kehebatanmu, kesetiaanmu, dan ketidakmampuanmu menjadi aku. Kawan, tetapi namamu telah menumbangkanku dengan perlahan, di acap kali itu keluar dari mulutnya. Di satu sisi, aku merasa kakimu ada dikepalaku. Namun mungkin aku sudah gila, sebab di sisi lain, aku mengidolakanmu.
Sejujurnya, aku masih mencintainya. Dan ingin sekali membencimu. Tetapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa membencimu. Membenci itu lebih sulit daripada berhenti mencintai. Engkau adalah pribadi yang baik. Aku percaya, di rumahmu dia akan aman. Aku yakin, dipelukmu dia akan tenang. Dan aku berharap, dari hatinya aku akan pergi.
Kawan, jagalah dia, milikilah anak dari rahimnya, dan untuk kalian aku berdoa.
(z.h)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar