Minggu, 09 Juni 2013
ketika cinta datang kembali
Cinta Lama Bersemi Kembali? Percaya gak percaya sih, apalagi kalo misalkan berpisah baik-baik, mungkin kalo masih sama2 sayang gak akan mungkir dr CLBK. Tp kalo berpisah karna suatu masalah dan keduanya jd sama2 benci, mungkin gak sih bakal CLBK? Menurut beberapa orang yg gue tanya sih pasti bilang "apasih yg gak mungkin di dunia ini?", ya setuju gue, coba aja bayangin, skrng yg pinter jd gak pinter bisa, pemalas jd rajin bisa, orang kaya jd miskin juga bisa, ya intinya semuanya bisa terjadi. Balik ke judul, ketika cinta datang kembali, untuk yg pernah berstatus fine aja, tp yg gak pernah berstatus apa bisa? Apa maksudnya? Ya kayak yg pernah gue ceritain di blog gue yg 08:23, PHP, apa bisa orang PHP bakal menyesali kelakuannya dahulu? Semuanya bisa terjadi. Selamat menikmati cerita yg gue buat.
ketika cinta datang kembali
Rahel adalah siswi yg duduk di kelas 2 SMA disebuah sekolah internasional ternama, berparas manis, imut, ceria. Rahel mempunyai sederet prestasi gemilang, ia juga ketua cheers dan photography di sekolahnya. Rahel mempunyai banyak teman, tidak hanya pintar, Rahel juga ceria dan friendly. Rahel tidak luput dr perhatian para lelaki, Rahel bertemu dengan lelaki yg merebut perhatiannya, Farel seorang vokalis band cukup ternama, saat Rahel merasa nyaman bersamanya, Farel meninggalkannya, Rahel yg terpuruk kembali bangkit, saat Rahel berkunjung ke sekolah Ayu, Rahel tak sengaja kembali bertemu dengan Farel.
Farel kembali mendekati Rahel dan Farel mengaku menyesal. Apakah Rahel akan menerimanya kembali?
"hel,hel. Rahel!!!!!",teriak Nia memanggil Rahel yg melamun di bawah pohon.
"eh.. Apaan,ni? Bikin kaget aja.",jawab Rahel terkejut.
"drtd gue panggilin juga lo,hel. Lo aja yg bengong. Knp sih? Kepikiran ya?", tanya Nia meledek.
"kepikiran apaansih,ni? Enggakkok, gue cuma takut acara photography kita gagal,ni.",ujar Rahel cemas.
"sukseslah,hel. Apasih yg gak sukses kalo lo ketuanya?",puji Nia meyakinkan Rahel.
"tpkan ini pertama kali, sedangkan yg kemarin2 gue tinggal ngelanjuttin,ni.",ujar Rahel.
"udah, tenang aja, gue sama anak2 tetep nyuport lo kok,hel.",ucap Nia sambil menepuk pundak Rahel.
"thanks ya,ni. Yaudah, skrng kita rapat yuk!",ajak Rahel.
Rahel menkhawatirkan acara yg akan dilaksanakan disekolahnya, acara tersebut didedikasikan untuk bantuan sosial, namun sekolahnya membutuhkan bantuan dr sekolah lain. Acara yg akan dilaksanakannya adalah lomba serta pameran photography, Rahel dipercayai untuk menjadi ketua acara tersebut. Dalam rapat ia menjelaskan tentang sistematis acara tersebut. Guru-guru serta teman-temannya sangat takjub dan mendukung acara tersebut. Kini Rahel tinggal mengajukan kerjasama bersama sekolah lain yg mempunyai ekskul photography. Rahel mendapat dukungan moral dr teman-temannya, Rahel bersyukur mempunyai teman2 yg selalu mendukungnya.
"na, lo udh ada daftar nama sekolah mana aja yg ada ekskul photography?",tanya Rahel kpd Yohana.
"gue baru nemu beberapa doang nih,hel. Coba deh lo cek. Siapa tau ada yg lo tau tp blm gue catet.",jawab Yohana sambil memberikan daftar nama sekolah.
"hmm, SMA Puspa Bangsa gk lo undang,na?",tanya Rahel.
"emang sekolah Puspa Bangsa ada ya photographynya?",tanya yohana.
"adakok, ketuanya temen gue,na. Kita coba segitu dulu ya, bsk lo sama gue keliling ke sekolah2 itu temuin ketuanya dan kita ksh tau sistematisnya.",ujar Rahel.
"gue? Kok sama gue sih,hel?",tanya Yohana bingung.
"ish,tablo kan elo sekretaris,yohana!",jawab Rahel gemas.
"oiya gue lupa,hel.hehehe. Okedeh,hel gue ikut aja sama lo",ujar Yohana.
keesokan harinya Rahel mulai berkeliling ke sekolah-sekolah yg akan diajak kerjasama, setelah berkeliling ke beberapa sekolah, Rahel mendapat komentar positif dr sekolah2 tersebut, dan sekolah2 tersebut ikut andil dalam acara tersebut.
"halo... Iya,yu? Iya, ini gue udh mau jalan ke sekolah lo. Iya,yu paling setengah jam lg gue nyampe. Ya siappin aja minuman dan makanan spesial dr sekolah lo.hahaha, canda kok.",ucap Rahel dlm perbincangan di telfon. Setelah beberapa saat, Rahel menutup telfonnya.
"na, skrng kita ke Puspa Bangsa, temen gue udh nungguin,na.",ujar Rahel kpd Yohana yg membawa motor.
"oke,hel. Pegangan ya,hel. Mau ngebut nih!",ujar Yohana sambil menarik gas motornya.
sesampainya di sekolah Puspa Bangsa, Rahel langsung menelfon Ayu kembali.
"halo ayu, gue udh sampe nih. Posisi gue di parkiran skrng. Oke, gue tunggu,yu.",ucap Rahel di telfon.
setelah beberapa saat mereka menunggu akhirnya ayu datang.
"sorry,hel lama, td gue ketemu anak photography yg lain dulu.",ucap ayu sedikit terengeh.
"iya, gpp,yu. Oiya kenalin ini temem gue,yu.",ujar Rahel memperkenalkan Yohana.
"yohana",ucap Yohana. "ayu",ucap ayu sambil balas tersenyum dan bersalaman. "yaudah yuk kita ke ruangan photography biar lebih enak ngomongnya.",ujar ayu sambil mengajak dan berjalan didepan Rahel dan Yohana.
saat menuju ruang photography, Rahel berjalan sambil melihat sekeliling sekolah tersebut. Saat Rahel melihat sekelilingnya, ia merasakan ada yg memerhatikannya, saat Rahel melihat sekelilingnya, ia tak menemukan seorangpun.
"yu, Evan udh balik atau belum?",tanya Rahel.
"gatau,hel. Palingan dia lg nongkrong sm genknya.",jawab Ayu.
"genk?",Yohana heran.
"iya,disini ada genk perkumpulan cowok, namanya d'brandals.",ujar ayu. "yuk, masuk. Ini ruangan photographynya. Semoga nyaman."
Rahel dan Yohana masuk ke dalam ruangan yg tidak begitu besar namun bersih dan nyaman. Rahel dan Yohana menjelaskan sistematis acara photography sekolahnya.
"wah, bagus tuh,hel. Bisa ngenallin lingkungan sekolah gue juga. Mmm, kalo ada unsur negatifnya remaja boleh?" tanya Ayu.
"bebas kok,yu. Kalo lo setuju untuk gabung, gue bakal kesini lg pas lo ekskul. Gmn?",tanya Rahel.
"oke,hel. Gue gabung. Gue ekskul hari jumat, kabarrin aja kalo mau kesini ya,hel.",ucap Ayu.
"sip, gue pamit ya,yu. Makasih udah mau gabung.",pamit Rahel diikuti Yohana.
mereka berdua keluar dr ruangan photography diantar oleh Ayu, Rahel yg mendapatkan objek bagus, akhirnya memutuskan untuk hunting dan berkeliling sebentar disekolah tersebut. Saat Rahel sedang memotret sekelompok murid yg sedang bermain basket, alunan musik yg tak asing bagi Rahel terdengar tak jauh darinya, Rahel mencari-cari sumber suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dr ruang audio sekolah tersebut, Rahel yg ingin melihat kedalam terkejut ada yg menepuk pundaknya dr belakang, saat Rahel menoleh ternyata adalah Evan.
"bang, lu ngagettin gue aja sih.",ujar Rahel.
"lo ngapain disini,hel?",tanya Evan.
"gue td abis ketemu si Ayu, skrng sekolah gue sm sekolah lo ada kerjasama, jd mungkin gue bakal sering kesini.",jawab Rahel.
"oh gitu. Trs lo ngapain didepan ruang audio?",tanya Evan heran.
"enggak apa2,bang, gue lg hunting foto aja. Oiya,bang lo pasti taukan genk d'brandals?",tanya Rahel.
"gue anak d'brandals kali,hel. Knp? Si Ayu ngomong apa aja tentang d'brandals?",tanya Evan cepat.
"gak cerita apa2,bang. Gue cuma pengen foto kegiatan anak2 d'brandals doang. Boleh gak?",tanya Rahel dgn tampang sumringah.
"nanti gue tanya dulu sm anak2 gue ya,dek. Yaudah, gue mau balik dulu. Lo mau bareng gue gak?",tanya Evan.
"enggak,bang gue msh harus balik ke sekolah.",ujar Rahel.
Rahel yg telah lupa niatnya mengapa didepan ruang audio itupun akhirnya menemui Yohana yg msh hunting foto di kantin. Merekapun memutuskan untuk kembali ke sekolah.
*hari jumat*
setelah pulang sekolah Rahel dan Yohana langsung menuju ke sekolah Ayu untuk mendokumentasi prosesi pengambilan gambar.
"yu, gue udh di sekolah lo. Oh, yaudah kalo gitu gue hunting dulu ya. Iya,sip nnti lo kabarrin gue aja.",ujar Rahel di akhir perbincangannya.
"na, kita hunting dulu aja,si ayu ada rapat sebentar.",ucap Rahel sambil berjalan menarik Yohana.
"Rahel,Rahel tunggu deh tunggu, gue pgn ke kamar mandi dulu nih, lo hunting duluan aja, nnti gue nyusul. Bye.",ujar Yohana smbl berlari meninggalkan Rahel.
"haduh, dasar Yohana. Yaudahlah hunting duluan aja deh",ujar Rahel smbl mengeluarkan kameranya dr dalam tasnya.
Rahel mulai melihat sekelilingnya dan mencari objek yg bagus, Rahel yg asik dgn kameranya tak menyadari bahwa sedaritadi ada yg memerhatikannya dgn detail. Rahel berjalan mundur dan tanpa mengontrol diri. "brakkk!!!", Rahel tersungkur di lantai setelah menabrak seseorang yg ikut tersungkur disebelahnya, lelaki yg tersungkur itu langsung buru2 berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Rahel berdiri, Rahel yg msh sedikit kaget akhirnya menerima uluran tangan lelaki tersebut.
"maaf ya maaf.",ujar Rahel meminta maaf.
"iyaiya, gppkok, gue juga salah, gue gk liat lo td lg jalan.",ujar lelaki itu sambil membantu Rahel berdiri. "kyknya lo bukan anak sini ya?",tanya lelaki itu.
"ehehe, iya gue bukan anak sini, gue disini cuma ada kerjasama aja sm anak photography.",jawab Rahel tersenyum lembut dan dibls dgn senyuman manis lelaki itu.
"pantes lo bawa kamera dan motret2 drtd.",ujar lelaki itu.
hp Rahel berdering. "sorry bentar ya gue ngangkat telfon dulu.",ujar Rahel.
"iya,yu? Gue ada dimana ini ya? Mmm, depan kls sos 5 ini gue,yu. Okedeh.",Rahel menutup telfon. "eh,sorry ya yg td, oiya ruang osis drsini kemana ya?",tanya Rahel.
"drsini lo naik ke lantai 2, ruangannya ada disebelah ruang photography.",jawab lelaki itu.
"oke, makasih ya. Bye.",ujar Rahel tersenyum kpd lelaki itu dan meninggalkan lelaki itu yg menatapnya hingga ia menaiki tangga. Sesampainya didepan ruang osis, Ayu dan Yohana telah menunggunya.
"sorry ya lama,guys.",ujar Rahel menarik napas.
"lu kenapa kotor gitu,hel?",tanya Ayu yg melihat Rahel sedikit kotor.
"td gue jatoh pas hunting foto, nabrak orang.",jawab Rahel sambil membersihkan tubuhnya.
"yaudah yuk mulai hunting.",ujar Ayu.
Rahel dan Yohana mengikuti Ayu yg berjalan menuju kantin. Ayu yg mulai memotret akhirnya diikuti oleh Rahel yg memotret Ayu yg sedang hunting. Setelah mereka puas hunting di kantin, akhirnya Ayu mengajak ke sudut sekolah, setelah mendapat beberapa foto, akhirnya Ayu memutuskan untuk bertanya.
"gue udh dapet izin dr anak d'brandals untuk motret mereka, lo mau skrng atau gmn?",tanya Ayu kpd Rahel.
"tanggung,yu mending hari ini aja,yu kalo mereka blm pada balik.",jawab Rahel.
akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk ke tempat yg biasanya ditempati anak2 d'brandals.
Sesampainya di tongkrongan d'brandals Rahel melihat Evan yg sedang menikmati musik dr ipodnya.
"wets ada ayu cantik. Jadi nih mau motret kita2?",tanya Evan senang.
"iya, jadi Evan. Mau kan?",tanya Ayu kembali.
"temen2 gue mau aja, tp gue maunya si Rahel juga motret ya.",ucap Evan sambil melihat ke arah Rahel.
"van, yg itu yg namanya Rahel? Gila, cantik ya adek2an lo, kenallin ke guelah,van.",ujar teman Evan sambil terus memerhatikan Rahel.
"hahaha, mana mau Rahel sama lo. Sama gue yg ganteng aja gamau, apalagi lo,don.wkwk.",ujar Evan.
"ya siapa tau dia mau,van.",ujar lelaki itu.
"yaudah, gmn,yu? Gue maunya Rahel juga motret.",tanya Evan.
"iya,bang iya, gue juga motret.",ujar Rahel terpaksa.
"eh bentar-bentar msh ada yg belum ngumpul nih,van.",kata teman Evan yg badannya sedikit kurus.
"siapasih emang yg belum ngumpul? Lama bgt deh, telfonnin dah.",ujar Evan sedikit mengomel.
"itu,van si Farel sm Eza.",jawab temannya.
Rahel yg mendengar nama 'Farel' disebutkan seketika langsung diam dan tak berkutik. 'hello Rahel mungkin nama Farel banyak kali bukan dia doang.',pikir Rahel cepat.
"nah itu dia si Eza,van.", ucap lelaki yg berbadan sekal.
Rahel melihat seorang lelaki yg berjalan mendekati Evan yg ternyata lelaki itu adalah orang yg Rahel tabrak tadi. Rahel dan lelaki yg bernama Eza itu saling berpandangan.
"ini adek2an lo,van? Yg namanya Rahel?",tanya Eza yg terus memandangi Rahel.
"iya,za. Knp? Lo kenal?",tanya Evan heran.
"gak, gue gak kenal",jawab Eza sambil berjalan mendekati Rahel. "Eza. Td kita blm kenalan.",ucap Eza mengulurkan tangan dan tersenyum.
"Rahel. Oiya, maaf juga ya buat yg tadi.hehe",ujar Rahel yg menyambut uluran tangan Eza.
"udah, jgn lama2,za. Seneng lo pegangan sm adek2an gue. Eh, Farel mana?",tanya Evan.
"si Farel lg latihan band dulu, diakan bsk mau lomba, jd katanya kita duluan foto aja, nnti dia nyusul.",ujar Eza.
"yaudah, yu mulai deh fotonya. Mau kyk gimana?",tanya Evan.
Ayu mulai menjelaskan serta mengambil gambar, begitupun Rahel dan Yohana yg ikut mengambil foto. Rahel yg sedang asik mengambil gambar tangannya tersenggol oleh seseorang yg mengakibatnya ia terhunyung dan terjatuh, namun tubuh Rahel ditahan oleh tubuh seseorang. saat Rahel tersadar dr lamunannya, Rahel juga tersadar bahwa seseorang itu adalah orang yg selama ini ia rindukan. Rahel langsung menjauhkan diri dr tubuh itu.
"sorry",ujar Rahel kesal.
"gue yg minta maaf, gue yg nabrak lo td.",ujar lelaki itu dangan senyum manis yg membuat hati Rahel meringis.
"it's oke.",ujar Rahel yg kembali asik dgn kameranya.
"Farel, lama bgt sih lo. Sini ayo",ajak Evan.
ketakutan Rahel selama ini terwujud, akhirnya Rahel harus kembali bertemu dgn Farel yg selama ini namanya msh terkunci rapat dalam hatinya. Yohanna yg mengetahui cerita Farel dan melihat kejadian tadi langsung menghampiri Rahel.
"hel, lo gppkan? Apa mau pulang aja?",tanya Yohanna melihat perubahan muka Rahel.
"gppkok,han.",ujar Rahel.
"lo yakin mau lanjut? Kalo enggak, mending pulang.",ucap Yohana khawatir.
"udah, woles,yo disini dituntut profesional",ucap Rahel meyakinkan sambil tersenyum.
Yohanapun akhirnya mengerti posisi Rahel, iapun melanjutkan mengambil gambar sesekali melihat ekspresi Rahel. Rahel yg sebenarnya ingin sekali meninggalkan tempat itupun harus bersikap profesional. Evan yg menyadari perubahan sikap dan ekspresi Rahel akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan itu.
"eh,yu kyknya hari ini cukup deh, udh sore juga ini.",ucap Evan yg tetap memandang ke Rahel.
"oh gitu. Trs kapan dilanjuttin?",tanya Ayu.
"gue kabarrin nnti,yu.",ucap Evan.
"gimana,hel?",tanya Ayu.
"gue ikut aja.",ucap Rahel sedikit tersenyum.
"yaudah gue balik ya semua.",pamit ayu meninggalkan d'brandals diikuti Rahel dan Yohana.
Eza yg melihat kepergian Rahel, berlari menghampiri Rahel.
"Rahel mau pulang?",tanya Eza.
"i...iya,za. Knp?",ucap Rahel sedikit terkejut.
"sebagai tanda minta maaf gue, gue anterrin ya,hel?",tanya Eza tersenyum.
"berani juga lo,za ngajakkin Rahel balik.wkwk. Kesenengan lo kalo dia mau. Dia balik sm gue,za. Aman sm gue mah",ucap Evan yg muncul dr balik tubuh Eza yg membuat kaget.
"hah? Gue balik bareng Yohana,bang.",ucap Rahel.
"udah bareng gue aja, gue udh mau balik nih. Balik duluan ya semua.",ucap Evan sambil menarik tangan Rahel yg tak bisa berkutik apapun.
"Evan, yg tadi jgn lupa ya.",ucap suara yg tak asing ditelinga Rahel.
sesampainya diparkiran Rahel langsung melepaskan genggaman Evan.
"bang, gue balik bareng Yohana!",ucap Rahel.
"enggak, sama gue! temennin gue makan! Ayo naik!",ujar Evan dgn nada sedikit meninggi yg telah duduk diatas motor besarnya.
Rahel yg hanya bisa pasrah apabila abang2annya telah menaikkan nada bicaranya, Rahel menuruti Evan dan menaiki motor besar Evan. Motor Evan melaju meninggalkan sekolahnya dan menelusuri jalanan besar, motor Evan berhenti didepan sebuah cafe tak terlalu besar. Evan menuruni motornya dan diikuti Rahel, mereka berduapun memasuki cafe dan memilih tempat duduk yg jauh dr keramaian, merekapun langsung memesan makanan. Rahel yg tertarik dgn pemandangan cafe itu mengeluarkan kameranya dr dalam tas dan memulai mengambil gambar.
"hel, lo td knp?",Evan membuka pembicaraan.
Rahel yg sedang asik dgn kameranyapun tertegun atas pertanyaan yg dilontarkan oleh Evan.
"enggak, gue gpp,van. Knp?",jawab Rahel sedikit msh terkejut.
"jgn boong,hel. Gue udh kenal lo lama, bukan bulanan gue ngenal lo tp tahunan,hel. Lo gabisa bohongin gue,hel.",ucap Evan tenang dan memandang Rahel yg tertunduk.
"gue serius,van.",ucap Rahel mulai terisak.
"tuhkan! Kalo lo gak kenapa2, knp skrng lo nangis,hel? Lo udh kenal gue, gue udh kenal sm lo, apa gue pernah nutup2pin masalah dr lo? Enggakkan,dek? Apa ruginya sih lo jujur sm gue,dek toh gue bakal bantu elo,hel.",ujar Evan menenangkan Rahel.
"gu..gue td cuma shock aja,van",ucap Rahel yg menguatkan diri.
"shock? Kenapa?",tanya Evan yg mulai penasaran.
"gue baru tau kalo si Farel itu satu sekolah sm lo.",ucap Rahel.
"lo kenal sm dia?",tanya Evan.
"dulu gue pernah deket sm dia, tp gue gk sampe jadian sm dia, gue baru tau kalo dia itu punya sifat suka mainnin cewek",jawab Rahel terisak.
"apa???? Dia kyk gitu? Berani2nya dia gituin adek gue. Tenang,hel bakal gue kah pelajaran dia.",ujar Evan, menggebu-gebu.
"gakusah,bang. Gue udh gppkok.",ujar Rahel smbl tersenyum.
Evan-pun akhirnya menuruti perkataan Rahel. Rahel dan Evan akhirnya mengalihkan pembicaraan mereka. Setelah selesai makan, merekapun memutuskan untuk pulang.
*esok harinya*
"hel, hari ini kita ke sekolahnya Ayu gk?",tanya Yohana,
"yaiya,yo kan itu wajib setiap hari.",jawab Rahel yg tetap melihat kameranya.
"lo yakin sanggup? ",tanya Yohana sedikot khawatir.
"emang knpsih,yo? Gara2 kemarin, gue udh gppkok.",jawab Rahel sambil tersenyum.
Yohana yg melihat ketuanya bersemangat akhirnya ikut bersemangat, walau ada sedikit kekhawatiran dilubuk hati Yohana. Setelah pulang sekolah mereka memutuskan untuk langsung ke sekolah Ayu. Sesampainya disekolah Ayu, Rahel dan Yohana langsung menuju ruang photography, namun langkah Rahel terhenti ketika tangannya ditarik oleh seseorang yg membuat Rahel sedikit terkejut, setelah Rahel mengetahui orangnya, Rahel langsung berusaha untuk melepaskan tangannya,
Namun genggaman itu terlalu kuat untuk dilepaskan, Rahel yg merasakan sakit dipeegelangan tangannya akhirnya memberanikan diri untuk membuka mulutnya yg sedaritadi hanya terkatup bungkam.
"lepassin tangan gue,rel",ucap Rahel dgn nada yg sedikit tinggi.
"gue mau ngomong sm lo.",ucap Farel.
"ya tapi gausah dgn cara kyk gini juga bisakan? Gausah narik2 gue.",ucap Rahel yg telah berhasil melepaskan tangannya yg skrng mengusap tangannya yg sakit.
"kalo gue gk narik lo, lo gk akan mau gue ajak ngomong.",ucap Farel smbl tersenyum licik.
"ya kalo lo ngomong baik2, gue juga bakal mau, gk kyk gini caranya.",ucap Rahel yg msh diluputi rasa kesal.
"hahaha. Lo gk berubah ya, tetep aja keras kepala.",ucap Farel smbl melihat sendu ke arah Rahel. Rahel yg mendengar ucapan itu dan melihat tatapan Farel seketika langsung membeku, bibirnya langsung terkatup rapat dan hatinya bergejolak ingin mengungkapkan rasa rindunya.
"tp sifat itu yg bikin gue kangen sm lo.",ucap Farel smbl tersenyum ke arah Rahel yg mulai merasakan hangat dipipinya. "lo apa kabar,hel?",tanya Farel.
"ba....baik.",jawab Rahel kaku.
"bagus deh. Lo udh punya pacar? Oiya, gue denger2 lo ketua dr lomba photography? Pasti suk.....",perkataan Farel terhenti karena seseorang menepuk pundaknya.
"lo ngapain disini? Berdua sm Rahel?",ucap Eza yg mucul dr balik pundak Farel.
"enggak, gue lg ngobrol aja.",jawab Farel staycool.
"oiya,hel lo dicariin temen lo yg kmrn sm lo tuh.",ujar Eza mengalihkan pandangannya ke Rahel.
Langganan:
Postingan (Atom)