Rabu, 09 Juli 2014

Maaf

Tulisan ini tercipta saat mata tak lagi mampu menangis dan mulut ini tak sanggup untuk berkelut
Ini yang kubilang berharap terlalu tinggi
Salahku yang menginginkan semua lebih dari ini,
salahku yang berharap kita bisa berjalan lebih jauh dari ini
Sayangnya, Sayang, ada jarak yang memisahkan kita,
aku tak tahu jarak itu berbentuk apa,
tapi aku merasa kita sangat jauh meskipun rasanya kau selalu ada di sini menemaniku
meskipun hanya lewat pesan singkat

Entah bagaimana caranya, kamu berhasil merenggut perhatianku tanpa sisa,
kamu sudah jadi satu-satunya meskipun kamu memperlakukanku sebagai salah satunya.
Sayang, luka karena aku mulai memiliki perasaan ini awalnya tak terasa perih,
namun "semakin aku mengenalmu, semakin aku merasa jauh darimu."
rasanya aku perlu mendeklarasikan ini,
membuat sebuah peringatan kecil bahwa kamu pernah hadir dan singgah,
meskipun hingga sekarang kau hanya datang dan pergi
Setidaknya kamu pernah ada,
memberi sesuatu yang ternyata berujung luka.

Ketika berkenalan denganmu,
aku tak minta banyak hal selain pertemanan
Tapi, kau membuka mataku dan mengecup manis anganku,
hingga aku merasa nyaman jika berada di dekatmu
Jika perasaan itu makin tumbuh, salahkah aku?
Maaf, jika aku terlalu berharap banyak
Maaf, jika aku tak bersikap sadar diri ataupun "memilih pergi"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar