Rabu, 21 Mei 2014

munafik

dulu kita tak saling mengenal
dulu kita saling acuh
dulu kita bagaikan musuh
tak pernah menyapa
tak pernah berbicara
bahkan melihat pun tak pernah
namun waktu mengubah semuanya,
kini kita saling mengenal
kini kita saling menyapa
kini kita seperti api dan asap
dimana ada api disitu ada asap
kita memang selalu bersama
tapi tidak akan pernah menyatu
bagaikan sepasang sepatu
selalu bersama namun tak pernah bersatu
kau dengannya dan aku dengan dia
berbatas status "teman"
mungkin mulut kita berbohong
mungkin kita menampik semuanya
namun apakah hati bisa berbohong?
ku rasa tidak:)
mungkin kita pandai menyembunyikan perasaan ini
mungkin kita terlihat biasa
tapi bukan kah hati kita sakit? 
bukan kah hati ini tersiksa?
apakah kita telah membohongi hati kita?
apakah kita munafik?/
ya! kurasa kita memang munafik:)
kita menyimpan perasaan ini rapat2
tak ingin ada seorang pun yang mengetahui
walaupun nantinya kita akan sakit dengan perbuatan kita ini:)

Jumat, 09 Mei 2014

:)

Mulanya, kau mengajakku untuk memasuki labirin
Labirin yang entah darimana datangnya
Dan aku hanya mengikuti kemana langkahmu pergi
sampai akhirnya kau bingung sendiri dan makin tersesat
Ku nyalakan sebatang lilin, tuk mencahayai sekitarmu
Tak lama kau tersadar, dan kau telusuri lagi labirin itu
dengan aku yang masih dibelakangmu, dan tak jarang kuingatkan
'hati-hati, nanti makin tersesat'
Dengan senyum kecilmu dan air mata yang mengalir di pipi
kau hanya mengangguk, mengiyakan pesanku

Berbekal samar-samar cahaya lilin dan jalan yang tlah kau lewati
kau makin lihai melangkahkan kaki kecilmu untuk keluar dari labirin itu
Tanpa kau sadari, meninggalkanku, didalam kelamnya labirin
bersama canda, tawa, dan air matamu yang masih hangat kuingat

Kupejamkan mata ini, samar kudengar tawa bahagiamu dari luar labirin
Berpedoman kebahagiaanmu lah, ku telusuri langkahmu
Banyak ku dengar bisikkan lain, namun kuhiraukan
dan ku hanya terfokus padamu

Tak sia-sia kuikuti jalanmu, yang akhirnya membawaku ke cahaya terang
ke luar labirin
Dan ketika kubuka mata ini, kumerasakan kebahagiaan yang kau rasakan
Ku turut senang melihatmu senang
Ku tertawa melihatmu tertawa
Walaupun kau tertawa bersamanya, bersama orang yang kau cintai

Dan entah darimana lagi, labirin datang
labirin yang berbeda
yang kurasa lebih gelap
lebih rumit
dan lebih dingin tanpa adanya kau yang menemani
Ku hanya bisa memejamkan mata kembali, terdiam, dan berucap
'terima kasih, untuk kebahagiaan sesaat yang pernah kau bagi.
bahagialah selamanya bersamanya. dan...
terima kasih'